DO YOU WANT TO KNOW MY BLOG ?

Kamis, 16 Oktober 2014

KETIKA MENCARI KEMEWAHAN DILAKUKAN DENGAN CARA YANG TIDAK BENAR



Kasus pembobolan dana nasbah Citibank senilai Rp40 miliar MD yang menjabat Relationship Manager Citigold di bank tersebut merupakan salah satu kasus hukum paling banyak menyita perhatian masyarakat di tahun 2011. Selain nilai kejahatannya yang cukup fantastis, kasus ini merembet ke masalah privat karena gaya hidup mewah MD bersama suaminya AG.
 Tengok saja koleksi mobil mewahnya seperti Hummer, Mercedes Benz dan Ferrari yang harganya di atas Rp1 miliar. Latar belakang AG yang pernah menjadi artis juga turut menarik perhatian seluruh media infotainment. Dan yang tak kalah menghebohkan adalah operasi pembesaran payudara yang dilakukan MD dibahas media dengan meminta tanggapan dokter bedah plastik hingga nyaris menenggelamkan substansi kasusnya. Payudaranya juga menjadi bahan olok-olok di berbagai jejaring sosial.
 Pembobolan simpanan nasabah kakap oleh MD selama kurang lebih tiga tahun berakhir 23 Maret 2011 setelah delapan penyidik dari Direktorat Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri menangkap MD di apartemennya di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Tim dari Mabes Polri bergerak setelah mendapat laporan pihak Citibank pada bulan Januari.
Dalam keterangan saksi di pengadilan terlihat modus yang digunakan MD, yakni dengan menyalahgunakan kepercayaan para nasabah kakap terhadap dirinya. Oleh MD, nasabah-nasabah kaya dan sibuk itu disodori blanko kosong untuk ditandatangani agar memudahkan transaksi. Namun ternyata MD mencuri uang tersebut sedikit-demi sedikit tanpa disadari pemilik rekening melalui persekongkolan jahat dengan bawahannya, DH, NI dan BP selaku Head Teller Citibank.
 Jaksa Penuntut Umum mendakwa Melinda melakukan penggelapan dan pencucian uang dalam kurun waktu 22 Januari 2007 hingga 7 Februari 2011 melalui 117 transaksi, dimana 64 transaksi di antaranya dalam bentuk pecahan rupiah senilai Rp27,36 miliar dan 53 transaksi senilai 2,08 juta dolar AS.

                                                              


ANALISIS
Sekarang ini gaya hidup mewah atau hedon sudah banyak terjadi di Indonesia lebih utama lagi di Jakarta. Tetapi gaya hidup mewah tersebut sering kali tidak di barengi dengan keuangan atau pemasukan yang tidak cukup sehingga dilakukanlah berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan barang mewah tersebut. Seperti yang dilakukan oleh MD dia melakukan penggelapan dana dengan memberikan blanko kosong untuk ditandatangani agar memudahkan transaksi. Blanko inilah yang dia gunakanan untuk menarik dana dengan memerintahkan Dwi mentransfer uang ke beberapa perusahaan miliknya. Melinda juga menggunakan surat kuasa dari nasabah, sehingga nasabah seolah-olah datang ke bank untuk melakukan transaksi.
            Dilihat dari kegiatan penggelapan yang dilakukan oleh MD banyak sekali norma yang dilanggar seperti:
1. norma hukum
Norma hukum yang dilanggar adalah pencucian uang. Pencucian uang adalah suatu proses atau perbuatan yang bertujuanuntuk menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul uang atau harta kekayaan yang diperoleh dari hasil tindak pidana yang kemudian diubah menjadi harta kekayaan yang seolah-olah dari kegiatan yang sah. Sesuai dengan pasal 2 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, tindak pidana yang menjadi pemicu terjadinya pencucian uang meliputi korupsi, penyuapan, penyeelundupan barang/tenaga kerja/imigran, Perbankan,  narkotika, psikotropika, perdagangan budak/wanita/anak/senjata gelap, penculikan, terorisme, pencurian, penggelapan, dan penipuan
2. norma agama
Jika di lihat dari norma agama Karena MD beragama Islam. dia telah melakuka Kaidah tiap-tiap seuatu yang haram diambil maka juga haram di berikan selain itu menurut menurut Syeikh Ahmad dalam syahrul Qawaid al-Fiqhiyyah mengatakan  pencucian uang naik statusnya dari haram dan maksiat menjadi jarimah(tindak pidana) apabila telah diancam oleh suatu hukuman.
.
Selain itu ada juga faktor-faktor yang memengaruhi MD melakuakn hal tersebut seperti:
1.kebutuhan individu
Dapat kita ketahui bahwa gaya hidup MD yang bermewah-mewahan ini terlihat dari koleksi mobilnya mulai dari Hummer, Mercedez benz, hingga Ferrari yang harganya di atas 1 miliar ini membuat MD melakukan kegiatan penggelapan dana nasabah dan pencucian uang
2. Perilaku dan Kebiasaan Individu Yang Terakumulasi dan Tak Dikoreksi

Hal ini terjadi karena MD mempunyai kewenangan di bank CB sehingga dia dapat leluasa melakukan aksinya tersebut tanpa tangkut ketahuan

3 Lingkungan Yang Tidak Etis dan Perilaku Dari Komunitas

Kenapa hal ini juga berpengaruh karena MD bersengkongkol dengan bawahan DH, NI, dan BP selaku teller di bank CB


Karena kejadian ini MD mendapat sanksi seperti sanksi sosial dan hukum

Sanksi sosial yang di dapat MD adalah dia mendapat cibiran di dunia nyata dan media sosial yang tidak berhenti membicarakannya

Sanksi hukum yang di dapat MD adalah berupa hukum pidana yaitu pasal 49 ayat 1 dan 2 UU No 7 tahun 1992 sebagaimana diubah dengan UU No 10 tahun 1998 tentang perbankan dan atau pasal 6 UU No 15 tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU No 25 tahun 2003 sebagaimana diubah dengan UU no 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian Uang dan pastinya pelaku dikenakan sanksi berupa denda dan hukuman penjara.


            Karena itu kehidupan yang mewah atau hedonisme tidak selalu mebawa kebahagian melainkan membawa sengsara yang berakhir di jeruji besi, padahal tanpa melakukan kegiatan itu posisi MD di bank tersebut cukup tinggi dan bergaji lumayan namun apa daya kehidupan yang mewah membutakannya sehingga dia melakukan kegiatan yang seharusnya tidak dia lakukan   

Senin, 05 Mei 2014

Punctuation Marks


5. A. "Where are you going?" asked the rabbit.
B. The rabbit asked, "Where are you going?"
6. A. "I am going to hunt rabbit" announced the dog loudly.
B. The dog announced loudly, "I am going to hunt the rabbits."
7. A. "That's very nice, where you find them?" said the rabbit.
B. The rabbit said, "That's very nice, where you find them?"
8. A. "There are dozens of them near the brook" replied the dog knowingly.
B. The dog replied knowingly, "There are dozens of them near the brook."
9. A. "Well, good luck in your hunting" mumbled the rabbit.
B. The rabbit mumbled, "Well, good luck in your hunting."
10. A. "Just a minute, you look like you know something about rabbit." shouted the dog.
B. The dog shouted, "Just a minute, you look like you know something about rabbit."
11. A. "Yes, I do" said the rabbit in a soft voice.
B. The rabbit in a soft voice said, "Yes, I do."
12. A. "Tell me, what you know?" roared the dog.
B. The dog roared, "Tell me, what you know?"
13. A. "I know enough, as she hopped off into the bushes to recognize a good escape when I see one" whispered the rabbit.
B. The rabbit whispered, "I know enough, as she hopped off into the bushes to recognize a good escape when I see one."

Rabu, 09 April 2014

Job Vacancy











Jakarta, April 10, 2014

Attention:

HRD PT IKI

Dear Sir/Madam,

Refer to your requirement advertised in jobsdb.com  April 10, 2014
. I am writing to express my interest in Accounting Controller position in your company. I am interested to joint and to contribute with your respected company.

I am twenty-one years of age, single and in good health condition. I was graduated from Gunadarma University, Depok in 2014. My scholastic record is satisfactory and also skilled at Accounting duties. I am be able to use English both oral and written, computer literate, able to use MS Office package such as MS Excel, MS Word, MS PowerPoint, MS OutLook and Internet, also familiar with English Correspondences and Administration duties.

Now, I am working as Accounting Staff at PT. Jaya Makmur. I am willing to learn and work very well with others and anxious to put my knowledge into practical. Enclosed is my resume and latest photograph for your review and considerations.

I hope you will grant me an interview and the opportunity to give you more details about my self.


Yours faithfully,


Hadiyanto Pratomo,SE


Senin, 06 Januari 2014

Arti Penting Perbankan di Indonesia Bagi Pemerintah


detikfinance
Jakarta -Sektor perbankan memegang peranan yang sangat penting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Peran tersebut diwujudkan dalam fungsi utamanya sebagai lembaga intermediasi antara debitur dan kreditur.

Bank menjadi jembatan bagi pembiayaan sektor rill, baik dalam rangka peningkatan iklim usaha dan iklim investasi maupun dalam rangka penciptaan lapangan kerja.

Dirjen Pembinaan, Pelatihan Nasional (Binalatas) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Abdul Wahab Bangkona mengungkapkan sisi lain arti penting sektor perbankan di Indonesia.

"Meningkatnya arus peredaran uang di dalam negeri menjadikan sektor perbankan sebagai sektor yang paling strategis dalam perdagangan dan pembangunan. Bank sangat terkait dengan penyediaan modal bagi usaha atau perdagangan, sehingga roda perekonomian dapat terus berputar," kata Bangkona saat membuka Harmonisasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di Graha CIMB Niaga Jalan Jendral Sudirman Jakarta, Senin (6/1/2014).

Menurutnya, lembaga perbankan memiliki peranan yang sangat strategis di dalam menciptakan iklim yang kondusif, khususnya bagi peningkatan perekonomian nasional. Meskipun untuk menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif tidak hanya berasal dari peranan perbankan atau faktor ekonomi, tetapi ada juga beberapa faktor non ekonomi seperti politik, hukum, pertanahan, dan lain-lain.

"Untuk itu, apa yang telah kita capai saat ini, dengan indikator pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan tahun 2013 mencapai 5,7%, momentumnya harus kita jaga, meskipun hal tersebut tidak mudah. Oleh karena itu momentum pertumbuhan ekonomi yang telah kita capai tersebut, harus kita barengi dengan stabilitas lainnya seperti bidang hukum, politik, dan-lain," imbuhnya.

Dikatakan Bangkona, perbankan nasional menjadi motor penggerak ekonomi nasional, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja. Hal ini dapat dilakukan jika perbankan dalam menghimpun atau memobilisasi dana-dana masyarakat atau perusahaan kemudian disalurkan kedalam usaha-usaha produktif di berbagai sektor yang banyak menyerap tenaga kerja, seperti pertanian, perikanan, industri dan lain-lain.

Namun Bangkona mengharapkan perbankan nasional lebih berpihak kepada usaha-usaha produktif yang dikelola oleh kelompok masyarakat yang dapat memberdayakan masyarakat miskin dan sumber daya lokal secara berkelanjutan, baik di desa maupun di perkotaan. Apalagi jika usaha-usaha produktif tersebut, bertumpu pada kearifan lokal masyarakat, yang menjadi basis kehidupan masyarakat lokal, seperti bidang pertanian, perikanan, perkebunan, kerajinan dan lain-lain.

Di sinilah peranan perbankan nasional khususnya dalam intervensi pemodalan kepada pelaku-pelaku usaha yang mengutamakan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam rangka perluasan dan penciptaan lapangan kerja.

"Dengan keberpihakan tersebut, akan menumbuhkan pusat-pusat produksi diberbagai wilayah dan secara langsung akan menyerap tenaga kerja, sehingga akan berdampak pada pengurangan pengangguran. Hal ini tentunya akan berdampak pada akselerasi pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi yang bersifat inklusif," katanya.
(wij/dru) 

Analisis
Dengan keberpihakan pemerintah pada bank yang ada di Indonesia membuat bank-bank di Indonesia semakin bergairah karena dengan bantuan pemerintah membuat bank-bank tersebut dapat bersaing secara sehat yang dapat membuat pemasukan Indonesia di bidang perbankan semakin bertambah yang membuat rakyat Indonesia semakin sejahtera




Tahun Depan RI Bebas Impor Garam


detikfinance
Jakarta -Pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimistis tahun depan Indonesia bisa swasembada garam konsumsi (rumah tangga) dan industri. Target ini memang lebih cepat dari proyeksi swasembada garam industri pada 2015.

Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) KKP Sudirman Saad mengatakan, saat ini total luas tambak garam yang dimiliki sebesar 31 ribu hektar. Dengan itu, pihaknya yakin jika target swasembada garam bakal tercapai tahun depan.

"Kita pasti bisa swasembada garam 2014," kata saat acara Paparan Refleksi Akhir Tahun Dirjen KP3K dan Tindak Lanjut UU Pesisir 2013, di sebuah restoran, Cikini, Jakarta, Senin (30/12/2013).

Ia menjelaskan, dengan luasan tambak garam tersebut bila dimanfaatkan 20 ribu hektar saja maka hasilnya akan maksimal, asalkan area 20 ribu hektar ini direvitalisasi dengan kombinasi teknologi ulir filter dengn bio membran. Harapannya akan ada produksi 200 ton per hektar maka akan menghasilkan sedikitnya 4 juta ton garam per tahun.

Sementara kebutuhan garam nasional mencapai 3,4 juta ton per tahun. Untuk konsumsi mencapai 1,8 juta ton dan industri sekitar 1,4-1,5 juta ton per tahun.

"Jadi kita pasti swasembda. Swasembada garam tercapai, semoga cuaca mendukung," ujar dia.

Berdasarkan data KKP, produksi garam nasional di 2013 mengalami penurunan tajam. Data terakhir produksi garam hingga 18 November 2013 hanya mencapai 577.917 ton dari target yang telah ditetapkan sebesar 700.000 ton, angka ini sudah direvisi dari target awal 1,85 juta ton.

"Walaupun terjadi penurunan, dipastikan tahun 2013 tidak ada impor garam mengingat masih tersedianya stok garam tahun 2012, dan produksi garam tahun 2013 masih dapat memenuhi kebutuhan garam konsumsi nasional," kata Menteri KKP Sharif C. Sutardjo beberapa waktu lalu.

Untuk garam konsumsi, Indonesia relatif bisa memenuhi sendiri, namun untuk keperluan industri, masih harus diimpor dari berbagai negara. Sharif yakin dengan beberapa program pemerintah, impor garam industri pun bisa dipangkas bahkan bisa swasembada.

"Kami yakin harapan menuju swasembada garam industri nasional pada tahun 2015 dapat tercapai, impor garam industri tidak diperlukan lagi," katanya.
(drk/hen) 

Analisis
Ini merupakan hal positif karena Indonesia dapat swasembada garam konsumsi yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri karena konsumsi garam rakyat Indonesia cukup tinggi selain itu dampak lain dari swasembada garam ini adalah menguntungkan petani garam Indonesia karena tidak lagi perlu bersaing dengan garam impor yang juga dapat menambah kesejahteraan para petani garam yang ada di Indonesia

Jamu Buatan Semarang Terbang Hingga ke Eropa dan Amerika


detikfinance
Jakarta -Produk jamu asal Indonesia ternyata bisa terbang dan dipasarkan hingga berbagai negara di belahan dunia. Produk jamu asal Indonesia dijual ke pasar Amerika Serikat (AS), Australia, Afrika hingga Eropa. Produk jamu ini diproduksi oleh PT Sido Muncul Tbk (SIDO).

"ASEAN, Hongkong, Suriname, Nigeria, Yaman, Arab, Rusia, Amerika, Australia, semua Eropa," Presiden Direktur 
Sido Muncul Irwan Hidayat saat diskusi di Rumah Makan Sari Kuring SCBD, Jakarta, Sabtu (4/1/2014).

Produk yang dijual antara lain jamu tolak angin. Selain itu 
Sido Muncul juga menjual permen hingga kopi ke luar negeri. Produk-produk ini diproduksi di pabrik Sido Muncul di Semarang Jawa Tengah.

"Semua diproduksi di Semarang dalam negeri," sebutnya.

Bahkan produk Tolak Angin yang ditawarkan di berbagai negara menggunakan nama asli merek-merek Sido Muncul.

"Kita ingin memperkenalkan nama Indonesia," terangnya.

Irwan menjelaskan pihaknya berencana memperluas pasar Tolak Angin hingga Jepang dan Taiwan. Menurutnya penjualan ke luar negeri mengambil porsi 5% hingga 6% dari total pejualan.

"Saya mau jual produk lisensi ke Jepang dan Taiwan. Itu Tolak Angin," jelasnya.
(feb/ang)

Anlisis
Jamu buatan PT Sido Muncul yang sudah dikenal di berbagai dunia seperti di amerika dan eropa mebuat jamu Indonesia  dikenal oleh bnayak orang banyak orang di seluruh dunia yang membuat permintaan jamu dari Indonesia semakin bnyaj dari berbagai dunia dan seharusnya pemerintah juga ikut membantu memsarkan produk ter sebut ke berbagi dunia agar jamu buatan PT. Sido Muncul tersebut semakin banyak di kenal oleh rakyat di seluruh dunia


Harga Tempe Bakal Naik 10% Buntut Kenaikan Elpiji 12 Kg


detikfinance
Jakarta -Para perajin tahu dan tempe berencana menaikan harga jual sebesar 10%. Kenaikan harga itu harus dilakukan meskipun pemerintah dan Pertamina telah menurunkan harga jual gas ukuran 12 kg menjadi hanya Rp 82.200 per tabung dari sebelumnya sekitar Rp 120.000 per tabung.

"Begini, kalau Pertamina hanya menaikan harga jual gas elpiji hanya Rp 1.000/kg itu artinya satu tabung naik Rp 12.000 atau naik 12-15%. Itu baru gas belum harga kedelai yang melonjak di tingkat perajin sekarang ada di kisaran Rp 8.500/kg yang seharusnya hanya Rp 6.500-7.000/kg," kata Ketua Umum Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin kepada 
detikFinance, Senin (6/01/2014).

"Jadi ada tambahan 
cost produksi 20% hingga 30%. Untuk itu dalam rapat minggu ini kita akan tentukan kenaikan produk hasil (tahu-tempe) sebesar 10%," jelasnya.

Aip memastikan mayoritas perajin tahu dan tempe seluruh Indonesia terkena dampak kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg. Hal ini karena sebagian besar perajin tahu-tempe menggunakan gas ukuran 12 kg. Sedangkan menurut Aip hanya sedikit perajin yang masih menggunakan kayu bakar untuk memproduksi tahu dan tempe.

"Justru sekarang ini perajin yang pakai kayu bakar disarankan pindah ke gas 12 kg. Mayoritas perajin sekarang pakai gas itu. Jumlah perajin seluruh Indonesia ada 115.000 dengan jumlah tenaga kerja 1,5 juta orang dan semua kena I mbas. Estimasi perajin yang menggunakan gas 12 kg itu di atas 70%," imbuhnya.

Namun ia belum berani mengatakan kapan kenaikan harga jual produk tahu dan tempe akan naik. Hingga kini para perajin masih menjual tempe dengan harga Rp 4.000/batang dan tahu ukuran kecil sebesar Rp 300/potong. Pihaknya akan merapatkan terlebih dahulu dengan seluruh perwakilan perajin seluruh Indonesia.

"Kita akan rapatkan dulu, matangkan terlebih dahulu. Harga kedelai sudah naik, harga gas juga naik, jadi perajin harus bagaimana," cetusnya.
(wij/ang) 

Analisis
dengan naiknya harga elpiji 12 kg membuat para pengrajin tahu dan tempe semakin tercekik karena sebelumnya harga kedelai yang sudah lumayan mahal seharusnya pemerintah sebelum menaikan gas elpiji 12kg pemerintah meliahat dulu usaha kecil dan menengah apakah bisa berthan dengan kenaikan harga elpiji tersebut karena mayoritas masyrakat Indonesia mengkonsumsi tahu dan tempe jika harga tahu dan tempe naik akan membuat masyrakat Indonesia kesuliatan mengkonsumsi tahu dan tempe