DO YOU WANT TO KNOW MY BLOG ?

Senin, 06 Januari 2014

Harga Properti Melesat Lebih Tinggi daripada Kenaikan Upah


detikfinance
Jakarta -Angka kekurangan rumah (backlog) di Indonesia masih tinggi mencapai 1 juta unit per tahun dengan total hingga 15 juta rumah. Penyebabnya karena kenaikan harga tanah dan properti yang melampaui kenaikan pendapatan masyarakat setiap tahunnya.

"Angka kekurangan rumah atau backlog 1 juta unit per tahun, karena ekonomi nggak berkualitas, tanah jadi rebutan pemilik modal," kata Pengamat Kebijakan Publik Andrinof Chaniago saat Diskusi Akhir Tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan Tema "Akselerasi Membenahi Indonesia, Menuju Masa Depan Gemilang," di Kantor HMI, Menteng, Jakarta, Minggu (29/12/2013).

Ia menjelaskan, saat ini harga tanah maupun properti di Indonesia sudah semakin tinggi sehingga tidak mampu dijangkau kalangan menengah ke bawah.

"Indonesia lebih kapitalis dari AS, liberal lebih dari negara pencetusnya, tanah pun dijual. Harga tanah naik terus, dalam 5 tahun sudah naik berapa, bandingkan dengan upah ekonomi bawah, nggak mampu beli rumah," terangnya.

Ia mencontohkan, rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang tengah dicanangkan pemerintah tak lain hanyalah mega proyek properti pemerintah.

"Ini mega proyek properti, bukan infrastruktur yang bisa tingkatkan ekonomi," katanya.

Saat ini, kata dia, pembangunan yang digarap pemerintah cenderung menguntungkan pihak pemodal bukan rakyat kecil sehingga perekonomian pun gagal terangkat.

"Jembatan itu menyuburkan sektor properti, kalau itu jadi bisa dibikin jalan tol, properti marak, masyarakat jadi susah beli rumah karena harganya tinggi. Sekarang ekonomi kita hanya untuk pebisnis bukan mensejahterakan," cetusnya.
(drk/hen)

Analisis
Seharusnya pemerintah memperbanyak rumah bersubsidi dan rumah susun sewa karean harga rumah yang semakin tidak terjangkau oleh rakyat berpenghasilan rendah agar dapat merasakan mempunyai rumah selain itu pemerintah juga bisa dengan memberikan kpr dengan bunga 0% agar masyrakat kecil tidak merasa terbebani dalam membayar cicilan rumah mereka

Beda Dengan Pajak, Penerimaan Bea Cukai Lampaui Target


detikfinance
Jakarta -Penerimaan negara dari sektor Bea dan Cukai pada tahun 2013 cukup menggembirakan. Penerimaannya mencapai Rp 155,82 triliun atau lebih tinggi dari target Rp 153,15 triliun pada APBN-P.

"Target untuk bea dan cukai Rp 153,15 triliun. Sementara realisasi Rp 155,82 triliun atau 101,74%," ungkap Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono dalam konferensi pers di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (6/1/2014).

Rinciannya adalah penerimaan cukai sebesar Rp 108,5 triliun atau lebih tinggi dari target APBN-P yang sebesar Rp 104,7 triliun. Kemudian untuk bea masuk, penerimaannya Rp 31,6 triliun atau di atas target yang sebesar Rp 30,8 triliun.

"Bea masuk itu realisasinya juga melebihi target jadi sebesar 102,4%," sebutnya.

Sementara itu untuk bea keluar, ternyata tidak mencapai target. Penerimaan hanya sebesar Rp 15,8 triliun atau di bawah target yang sebesar Rp 17,6 triliun.

"Untuk bea keluar memang agak disayangkan karena tidak mencapai target. Jadi dari Rp 17,6 triliun itu realiasinya hanya Rp 15,8 triliun," kata Agung.

Untuk tahun 2014, Agung menilai banyak tantangan yang harus dilewati. Sehingga tetap ada upaya keras dari instansi untuk meningkatkan penerimaan.

"Tahun 2014, targetnya naik tinggi. Tapi banyak hal yang mempengaruhi penerimaan. Terutama untuk sektor cukai," ucapnya.
(mkl/dru)

Analisis
Dengan pemasukan bea cukai yang melampui target seharusnya pemerintah menjadika bea cukai semakin baik dalam segala bidang dan juga membuat bea cukai lebih bersih karena pemasukan bea cukai yang sangat besar tetapi pemerintah juga harus memperhatikan bea keluar karena bea keluar adalah hasil ekspor Indonesia.



Indonesia Impor Ponsel Rp 26 Triliun di 2013


detikfinance
Jakarta -Impor terbesar dari Indonesia saat ini berasal dari komponen dari sektor minyak dan gas bumi (migas). Untuk impor terbesar selanjutnya ternyata adalah ponsel atau handphone (HP).
Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporannya yang dikutip detikFinance, Senin (6/1/2013) menyebutkan impor ponsel selama 2013 (Januari-November) sudah mencapai 15.338 ton atau senilai US$ 2,6 miliar.
Tentunya angka tersebut tidak mengherankan, melihat konsumsi masyarakat Indonesia yang cukup tinggi terhadap ponsel. Satu orang bahkan mampu memiliki dua hingga tiga ponsel secara bersamaan.
Impor terjadi rutin setiap bulannya. Tercatat pada Oktober, impor sebesar 1.447 ton atau senilai US$ 250,3 juta. Kemudian November, impor sebesar 1.454 ton atau senilai US$ 264,2 juta.
Negara asal ponsel impor cukup beragam. Terbesar adalah dari China dengan 12.206 ton atau seharga US$ 1,4 miliar (Januari-November). Kemudian Vietnam 1.266 ton atau US$ 557,5 juta dan Meksiko 238 ton atau US$ 202,7 juta.

Analisis
Peristiwa ini terjadi karena rakyat Indonesia masih sangat meminati ponsel pintar dan seharusnya ini menjadi peluang bagi pengusaha lokal untuk membuat sendiri atau mendatang investor dari luar negeri untuk berinvestasi menanamkan modalnya di bidang gadget ponsel di Indonesia


Tak Capai Target, Setoran Pajak Tahun 2013 Kurang 75 Triliun


detikfinance
Jakarta -Penerimaan negara dari sektor pajak pada tahun 2013 dilaporkan mencapai Rp 919,8 triliun. Capaian tersebut masih kurang Rp 75,4 triliun dari target APBN Perubahan 2013 yang sebesar Rp 995,2 triliun.

Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany mengatakan pada akhir Desember, penerimaan pajak sebesar Rp 916,3 triliun. Namun, ada pencatatan yang belum terakumulasi yang nilainya mencapai Rp 3,5 triliun.

"Jadi ada penambahan Rp 3,5 triliun dari angka yang kita lihat. Khusus dari DJP," kata Fuad dalam konferesi pers, di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (6/1/2014).

Fuad menjelaskan, telatnya pencatatan memang menjadi kendala teknis setiap tahunnya. Sehingga laporan penerimaan pajak baru terakumulasi satu minggu setelah awal tahun.

"Karena jam 3 sore tanggal 31 Desember masih ada wajib pajak yang menyetor. Terutama bendahara daerah. Karena belanja negara itu dia akhir tahun itu memang numpuk dan ada ribuan SPN yang masuk. Itu tidak mungkin bisa selesai tanggal 31. Maka itu 3 Januari dan sekarang baru selesai," paparnya.

Ia menuturkan penerimaan pajak tersebut merupakan andil dari setoran perusahaan besar sebesar 55%, perusahaan kelas menengah sebesar 45% dan kelas UKM sebesar 2%. Menurut Fuad peningkatan yang cukup signifikan adalah kelompok informal dengan omzet besar.

"Ini harusnya keberuntungan. Karena pengusaha kecil kita itu meningkat. Itu banyak juga nanti," ujarnya.

Lemahnya penerimaan pajak, menurut Fuad adalah akibat dari kondisi perekonomian global yang belum sepenuhnya membaik. Apalagi 55% perusahaan besar yang menjadi WP bergantung pada harga komoditas.

"Iya ini kan masalah harga komoditas yang belum membaik. Terus pertumbuhan yang juga melambat. Akan terus kita tingkatkann kedepannya," ungkap Fuad.
(mkl/dru)
Analisis
Kemenkeu seharusnya tidak focus hanya pada di penerimaan, pengeluaran diserahkan sepenuhnya ke Kementerian. Penerimaan otomatis meningkat jika pengeluaran diarahkan kearah yg lebih produktif.dan Kemenkeu harus lebih berinovasi untuk menyaring para wajib pajak

Tarif KA Ekonomi Non Subsidi Naik 100 Persen


detikfinance
Purwokerto -Mengikuti kebijakan Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia (KAI), pada awal Januari, PT KAI Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto, Jawa Tengah mulai melakukan penaikan tarif KA hingga 100%. Tarif keekonomian tersebut berlaku khusus untuk semua KA kelas ekonomi.

"Sebagai contoh, KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember yang sebelumnya tarifnya hanya Rp 50 ribu tapi sekarang mencapai Rp 100 ribu. Namun, untuk jarak menengah seperti ke Solo dan Yogya dari Purwokerto masih tetap sama yakni Rp 50 ribu," kata Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono, Senin (6/1/2014).

Sementara KA ekonomi lainnya dari Daop 5 yang naik tarifnya adalah KA Kutojaya Utara jurusan Kutoarjo-Jakarta yang sebelumnya hanya Rp 45 ribu, saat ini naik menjadi Rp 70 ribu. Sedangkan Kutojaya Selatan jurusan Kutoarjo-Bandung sekarang tarifnya menjadi Rp 60 ribu dari sebelumnya Rp 35 ribu.

"Sementara untuk KA Serayu jurusan Purwokerto-Jakarta yang sebelumnya Rp 45 ribu, sekarang menjadi Rp 85 ribu,” jelasnya.

Menurut dia, kenaikan tarif KA ekonomi merupakan kebijakan pemerintah pusat. Karena, hingga saat ini alokasi dana Public Service Obligation (PSO) belum ada kontrak penyelenggaraan PSO untuk tahun 2014.

"Sehingga, perhitungan tarif disesuaikan dengan kondisi keekonomian. Apalagi, KA ekonomi telah dilengkapi berbagai fasilitas, salah satunya yakni AC," tambahnya.

Namun dia menjelaskan, jika nantinya sudah ada kontrak PSO dengan pemerintah, maka tarif KA akan menyesuaikan. "Kalau sudah ada kontraknya, maka tarif KA bakal kembali seperti semula. Kapan waktunya, tergantung dengan kontrak yang disepakati," ujarnya.

Menurut salah seorang penumpang KA, Ary (26), dirinya merasa keberatan dengan naiknya tarif KA ekonomi. Sebab perbedaan tarif KA ekonomi saat ini tidak begitu jauh, seharusnya KA ekonomi bisa jauh lebih murah dibandingkan dengan KA kelas bisnis.

"Saat ini, harga tiket antara ekonomi dengan bisnis malah tidak terlalu jauh harganya," tambahnya.
(arb/dru)

Analisis
Dengan kenaikan tarif kereta api kelas ekonomi diharapkan dapat meningkatkan fasilitas dan juga pelayanan  PT. KAI karena kita tahu pelayanan PT.KAI agak kurang seperti keterlambatan kereta dan lain-lain selain itu juga dapat menaikan laba/keuntungan dari PT KAI

Pertamina: Harga Elpiji 12 Kg Turun Jadi Rp 89.000-120.000/Tabung


detikfinance
Jakarta -PT Pertamina (Persero) menurunkan harga elpiji 12 kg jadi berkisar Rp 89.000-Rp 120.000 per tabung di tingkat agen. Hal ini berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan hari ini.
"Berdasarkan keputusan RUPS yang sudah ditandatangani Menteri BUMN, kenaikan harga gas elpiji 12 kg per tanggal 7 Januari 2014 pukul 00.00 WIB naik rata-rata nasional Rp 91.600 per tabung atau harga di tingkat agen resmi berkisar Rp 89.000-Rp 120.000 per tabuus mencari ng tergantung lokasi. Seperti di Jakarta harga di agen resmi Rp 90.500 per tabung," kata Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan, di Kantor Pertamina Pusat, Senin (6/1/2014).
Karen mengatakan dengan kenaikan Rp 1.000 per kg Pertamina masih menanggung kerugian dari bisnis elpiji 12 kg sebesar Rp 4.556 per kg.
"Harga BEP elpiji Rp 10.500 per kg, sementara Pertamina menjual Rp 5.944 per kg, sehingga Pertamina masih rugi Rp 4.556 per kg," ungkap Karen.
Untuk menutupi kerugian dari bisnis elpiji 12 kg tersebut, pemerintah harus menurunkan pertumbuhan laba Pertamina dari 13,17% menjadi hanya 5,65%.
"Akibat masih jual rugi Rp 5.944 per kg, kerugian dari bisnis elpiji 12 kg bertambah menjadi sebesar Rp 5,4 triliun pada 2014, dengan asumsi kurs Rp 10.500 per dolar. Dengan kondisi tersebut maka proyeksi pertumbuhan profit turun dari 13,17% menjadi 5,65%," tandasnya.

Analisis
Dengan diturunkannya harga elpiji 12 kg membuat rakyat lega karna kenaikan harga elpiji 12 kg yang tanpa pemberitahuaan membuat warga masyarakat kaget dan tidak siap ,tetapi dengan diturunkan harga berkisar Rp89.000-120.000 juga membuat tetap rugi Rp4.556/kg sehinngga pemerintah harus mencari solusi lebih lanjut.






Senin, 25 November 2013

TUGAS 4 BAHASA INDONESIA 2


kerangka-kerangka /outline

 

            Kerangka karangan/outline adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas,terstruktur dan teratur dan juga kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik.

 

Contoh kasus : kerangka-kerangka /outline

 

            Kerangka karangan/outline adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas,terstruktur dan teratur dan juga kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik.

 

Contoh kasus :

 

      Sakai - Di suatu kuil kuno di Sakai Jepang ada taman yang indah. Yang menjadi luar biasa adalah bentuk taman itu tidak berubah hingga kini sejak 250 tahun lalu!

            Rabu (6/11/2013) siang itu para jurnalis Sakai Asean Week 2013 menuju ke Kuil Takakuraji di Kota Sakai, Jepang. Tujuannya, menyaksikan kesenian Noh, opera klasik Jepang yang mulai dimainkan pada 650 tahun lalu alias sejak abad ke-14 namun tetap bertahan hingga kini.

            Kami disambut oleh master opera klasik Jepang Noh, Kozo Nagayama (40). Kozo langsung mempersilakan kami untuk melepaskan alas kaki dan memberitahu bahwa di belakang kuil ini ada taman yang bentuknya tidak berubah sejak didesain pada 250 tahun lalu.

            Kozo memberitahukan bahwa taman ini didesain oleh arsitektur pertamanan Jepang, Kobori Enshu. Taman itu cantik dipenuhi tanaman perdu, beberapa tanaman pohon keras, dan yang paling belakang adalah hutan bambu. 

            Ada batu pijak (stepping stone) yang ditempatkan di tengah-tengah taman itu supaya tanaman semacam rumput yang menggerumbul di bawahnya tidak diinjak-injak. Batu-batu besar seperti batu kali teronggok di beberapa sudut mempercantik taman itu.

            Kuil Takakuraji sendiri merupakan salah satu kuil tertua di Jepang yang didirikan oleh pendeta Buddha terkenal kelahiran Sakai, Gyoki pada tahun 705. Namun kuil ini sempat terbakar dan dibangun kembali pada awal abad ke-17.

 

Kerangka karangan sesuai dengan contoh kasus :

 

Topik : Taman yang Indah

 

1.      Keindahan Tempat  dan Arsitektur

 

1.1              Bentuk Kuil

1.2              Bentuk Taman

1.3              Segi Desain Tata Letak Taman

1.4              Segi Unsur-Unsur Pendukung Pada Taman

 

2.      Seni dan Budaya

 

2.1              Seni Opera Klasik

 

3.       Sejarah

 

3.1              Sejarah Taman

3.2              Sejarah Kuil

3.3              Sejarah Tokoh

3.4             Sejarah Daerah

3.5              Sejarah Kesenian